Bagaimana caranya merawat ayam hutan dari Sumatera

Ayam hutan yang sesuai dengan namanya adalah merupakan ayam hasil tangkapan langsung didapat dari hutan dan bukan merupakan ayam petarung, ada juga yang menyebutnya dengan ayam bekisar walau sebenarnya berbeda. Ayam bekisar merupakan keturunan daripada ayam hutan merah serta ayam hutan hijau, disamping juga ada Ayam hutan srilangka serta Ayam hutan kelabu. Lalu kita harus mempunyai ayam hutan dari hasil tangkapan di alam ini, bagaimana caranya menjinakkan ayam hutan?. Menjinakkan ayam hutan sebenarnya tidak terlalu sulit, yang perlu di perhatikan dengan cermat adalah adaptasi dari ayam hutan ini kepada lingkungan baru yang biasanya menimbulkan stress.

Ayam hutan biasanya hidup di tempat yang sepi jauh dari keramaian dan kebisingan, karena itu sering kali ketika ayam hutan kita bawa pulang kerumah dan dikandangkan mereka pasti mengalami stress. Untuk itu kita harus menjauhkan ayam hutan ini daripada kebisingan dan membuat kandang yang sesunyi mungkin.

Membawa Ayam asli dari hutan

Saat baru di tangkapkan ayam hutan di usahakan membawanya kesuatu tempat dengan tertutup rapat dan kaki ayamnya di usahakan diikat kuat, karena ayam hutan ketika baru tertangkap, ayam pasti menjadi stres dan juga panik dan berusaha untuk melarikan diri. oleh sebab itu sayap juga kaki ayam di ikat atau di karungkan ke kain yang telah di rancang khusus buat membawa ayam hutan asli tersebut.

Kandang untuk ayam hutan

Kandang ayam hutan sangat bisa mempengaruhi tujuan kita ketika dalam penangkaran ayam hutan, apakah itu merupakan jenis kandang buat pajangan, kandang buat tangkapan atau kandang khusus untuk penangkaran. Dalam hal ini saya akan bantu menjelaskan tentang kandang yang dibuat untuk penangkaran karena tujuan utamanya adalah membuat ayam hutan dapat berkembang biak dan bertumbuh dengan cepat serta tidak begitu sama dengan ketika kita memelihara ayam bangkok.

Untuk kandang sangat di sarankan kandangnya yang berukuran besar, dengan tujuannya agar ayam bisa lebih bebas bergerak meski tidak tertutup kemungkinan kandangnya berukuran kecil, minimal untuk kandang yang berguna untuk produksi dengan ukuran 100 cm x 100 cm x 150 cm namun harus dengan catatan untuk 1-2 minggu yang pertama kandang ayam harus ditutup dari pandangan ayam, bertujuan ayam tidak terlalu stresnya dan panik karena tidak terbiasa dengan suasana yang masih baru, setelah beberapa minggu ke depan bagian kandang akan dibuka secara perlahan atau bertahap sehingga ayam akan terbiasa dengan suasana dan stresnya berkurang.

Kemudian situasi di kandang di harap beralaskan tanah namun harus beralaskan papan ataupun yang lain tidak merupakan masalah, karena ayam dari hutan biasanya mencari makanannya dari tanah dan suka mencakar-cakar tanah. serta jangan lupa makanan serta ketersediaannya air harus di perhatikan juga tidak cocok dijadikan adu ayam.

Pakan untuk ayam hutan

Untuk pakan ayam hutan di berikan biji-bijian yang sudah terbiasa ayam hutan mengkonsumsi. seperti padi, jagung, serta kacang-kacangan. Dan umumnya ayam hutan kalau di berikan padi pun sudah mau makan namun makanan harus ditabur di lantai kandang sebab ayam belum terbiasa berada di tempat makan, namun setelah terbiasa makannya barulah di berikan tempatnya untuk makanan. namun untuk minumannya jangan sampai kering apalagi kurang karena ayam hutan gampang sekali mati.

Serta bisa juga kita dapat memberinya makanan tambahan lainnya yang kaya akan serat serta protein, baik itu sayurannya ,rumputan atau buah-buahannya serta beberapa jenis makanannya yang bersumber daripada makanan hewani. seperti serangga jangkrik,ulat, daging,belalang, cacing, ulat, cercahan daging, dll.

Untuk pemberian pakannya di harapkan di berikan dalam skala besar atau harus siap stok didalam kandang ayam hutan terutamanya pakan bijian ini untuk kandang yang berguna sebagai ayam produksi, tapi jika ingin ayam hutannya merasa ketergantungan dengan pemiliknya boleh di berikan dengan cara sedikit demi sedikit setiap harinya, dan untuk sayurannya dan buahannya serta makanan hewaninya boleh di berikan 3 x seminggu atau dalam 1 minggu sekali ini bertujuannya untuk mencukupi gizi kepada ayam hutan dan memperkuat kesehatan ayam dari hutan ini. Dalam hal dijadikan sabung ayam juga tidak lah cocok

Penjodohan buat ayam hutan

Penjodohan ayam hutan merupakan suatu hal yang sangat penting karena memperbanyak keturunan dengan ayam yang lebih jinak. Dan pada umumnya penjodohan atau perkawinannya ayam hutan termasuk susah-susah gampang, karena terkadang ayam hutan agak pemilih dalam memilih pasangannya, namun itu bukanlah masalah besar. jika ingin memasukkannya pasangan ayam wajib dimasukkan pada saat malam hari atau ketika suasana gelap supaya ayam tidak terlalu stres serta takut. Diusahakan warna ayam jangan putih. namun jika pengen mendapatkan ayam hutan yang putih diusahakan indukan putih yang di beri warna gelap dengan cara di wantek ataupun di berikan pewarna. Dan ini bertujuan agar ayam jadi tidak takut. Diusahakan memilih indukan yang telah pernah bertelur atau juga kualitas ayam di pilih yang tukang kawin, pandai merenung, pandai mejaga anak, dan juga tergantung jenis ayam betina yang akan disilangkan.

Terdapat beberapa hal yang di perhatikan ketika dalam persilangan ayam hutannya. anakan generasi pertama persilangan antar ayam hutan asli dan ayam kampung ataupun keturunannya maka sebutkan dengan F1, jika ayam hutannya jantan x dengan betina ayam kampung, maka anak ayamnya akan lebih jinak serta di sebut dengan nama ayam jurai, atau brugo ataupun ayam bekisar namun jika di tempat daerah yang tertentu disebutkannya berbeda-beda. Sedangkan kalau ayam laga kampungnya jantan x betina ayam hutannya asli maka anakan akan menjadikannya sangat liar hampir sama dengan ayam hutan.

Perawatan Pada ayam hutan

Untuk perawatan kepada ayam hutan kalau ayam sakit di berikan obatnya, apabila kandang kotor makanya kandang harus di bersihkan. makanan juga minumannya harus terjaga. dan ayam sekali-kali harus di mandikan dengan cara di semprotkan atau di mandikan seperti ayam biasanya. namun hal yang seharusnya di ingat adalah ayam hutan memang terkadang selalu kelihatan jinak bila sudah beberapa tahun di pelihara. Tapi jangan pernah tertipu kalau sempat di lepaskan keluar kandang maka ayamnya tak akan pernah kembali lagi atau sangat sulit di tangkap.

Walaupun sebenarnya saya juga sudah pernah melepaskan ayam hutan atau pun terlepas dari sekitar pekarangan rumah yang luas wilayahnya lumayan berupa sebuah perkebunan, serta ayam hutan yang terlepas tersebut tetap akan terlihat di pekarangan dalam rumah atau kembali pulang serta tidur di beberapa pohon yang ada pada sekitar kandangnya. serta hal itu bukanlah merupakan suatu kebetulan atau apa-apa tapi kejadiannya sudah sering terjadi baik yang secara tidak sengaja ataupun disengaja. jadi kemungkinan ayam hutan yang di umbar dalam artian dilepas tapi tidak lagi masuk kekandang itu bisa saja terjadi namun wilayah rumahnya harus luas dalam artian bentuk perkebunan atau wilayahnya yang ada banyak pepohonannya bukannya di daerah yang padat penduduk.  karena saya menonton lewat video ayam petarung bahwa semua ayam hutan yang lepas memang pasti kalau saat melihat orang tetap akan lari namun saat suasana ketika sepi barulah dia akan kembali.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *